Pengelolaan Wakaf Asuransi Syariah, Begini Penjelasannya

0
26
pengelolaan wakaf

Wakaf bukan hal baru bagi masyarakat muslim Indonesia yang menjadi salah satu instrumen keuangan syariah yang memiliki potensi besar dalam pembangunan dan juga berkelanjutan. Sayangnya tidak semua masyarakat yang memahami bahwa wakaf ada beragam jenisnya, salah satunya adalah wakaf asuransi syariah.

Karakteristik utama wakaf bersifat sukarela dengan aset wakaf abadi. Sedangkan dana wakaf tersebut tidak boleh berkurang sedikitpun nominalnya dan harus dikembangkan dan digunakan untuk kepentingan masyarakat banyak.

Dilihat dari segi peruntukannya, wakaf terbagi dua, yaitu wakaf keluarga dan wakaf kebajikan (wakaf khairi). Wakaf keluarga adalah wakaf yang ditujukan untuk anak cucu dari generasi ke generasi. Sedangkan wakaf khairi merupakan wakaf yang diperuntukkan bagi kepentingan umum.  

Secara prinsip wakaf dan asuransi syariah sama saja. Perbedaannya terletak pada pemanfaatannya. Wakaf keluarga hanya digunakan oleh keluarga pemberi wakaf (wakif) saja hingga seluruh anggota keluarganya meninggal dunia. Sedangkan wakaf khairi merupakan wakaf yangmemang dari awal diniatkan  untuk kepentingan banyak orang. Sehingga wakaf bisa disebut ibadah yang memiliki dimensi ganda.

Pada manajemen modern, wakaf bisa diintegrasikan dengan asuransi syariah jika melihat pada kesamaan keduanya. Hal ini juga didukung oleh Fatwa MUI No.106/DSN-MUI/X/2016 mengenai manfaat asuransi dan investasi pada investasi syariah boleh diwakafkan dengan catatan semua calon penerima manfaat yang ditunjuk (ahli waris) harus setuju dan sepakat. Perusahaan asuransi berbasis syariah sebagai nazhir yang penerima dan pengelola wakaf serta menjadi penyalur hasil investasinya.

Pengelolaan Wakaf Asuransi Syariah

wakaf asuransi syariah

Wakaf asuransi dalam pengelolaannya dibagi dua, yaitu model tabungan (saving) dan bukan tabungan (non saving).

Model Saving

Model saving biasanya diterapkan pada jenis asuransi syariah keluarga (takaful keluarga). Premi yang dibayarkan akan dibagi dalam dua rekening yang berbeda, yaitu rekening tabungan dan tabarru’. Dana wakaf yang masuk dalam rekening tabungan tidak boleh dikembalikan lagi pada wakif (peserta asuransi) sebab sudah diwakafkan, begitupun dengan hasil investasinya. Melainkan harus disalurkan atau diberikan pada mauquf alaih yang sudah ditunjuk.

Dana wakaf yang dimasukkan dalam rekening tabarru’ tidak boleh dipergunakan sebelum diinvestasikan. Kemudian hasil dari investasi inilah yang boleh dimanfaatkan untuk biayta tolong menolong sesama peserta asuransi.

Jika diterapkan takaful keluarga, tentu ini sangat strategis. Sebab wakif mewakafkan hartanya untuk dikelola dan dikembangkan oleh nazhir. Kemudian hasil investasi digunakan untuk kesejahteraan keluarga dalam waktu yang lama karena tidak dibatasi jangka waktu.

Hasil bersih dari investasi dalam tabarru’ boleh dibagi sesuai dengan mudharabah yang disepakati bersama. Biaya operasional yang boleh diambil oleh nazhir maksimal 10 persen dari total keuntungan dan sisanya untuk mauquf alaih yang sudah ditunjuk oleh wakif.

Model bukan tabungan

Model pengelolaan dana wakaf asuransi syariah non saving, tidak ada unsur tabungan. Dana wakaf akan dikelola dalam satu rekening tabarru’. Perlu dicatat bahwa dana yang dikumpulkantersebut  tidak boleh langsung digunakan untuk klaim atau operasional, melainkan mesti diinvestasikan terlebih dahulu. Hasil investasi ini barulah boleh dialokasikan untuk kepentingan bersama dengan pembagian maksimal 10 persen untuk perusahaan asuransi dan 90 persen sisanya untuk biaya saling tolong menolong antar sesama peserta asuransi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here